Perancangan Manajemen Bandwidth Inter Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno

Main Article Content

Muhammad Rofiq

Abstract

Kebutuhan internet dalam proses perkuliahan memiliki peran yang cukup signifikan sehingga dalam pemakaiannya dibutuhkan pengaturan akses atau bandwidth demi kelancaran akses internet tersebut. Pemakaian internet dengan pemakai (user) yang cukup banyak mengakibatkan load akses internet yang cukup tinggi. Dan jika akses internet tidak dilakukan pengaturan maka akan mengakibatkan pemaikaian antar user yang tidak seimbang, ada yang cukup cepat dan ada yang lambat bahkan tidak dapat akses sama sekali.
Dalam perancangan manajemen bandwidth ini dikembangkan dengan menggunakan metode fuzzy sugeno. Tujuan yang dicapai adalah untuk  mengoptimal pemakaian akses internet. Input sistem berupa akses internet saat itu (real time). Dalam proses fuzzy input dibagi menjadi 3 variabel yaitu kecepatan browsing, kecepatan download, dan kecepatan streaming. Akses ini tidak melihat kecepatan per user tetapi kecepatan total user dari masing-masing variable. Himpunan fuzzy yang digunakan adalah sangat rendah, rendah, normal dan tinggi. Domain yang dirancang disesuaikan dengan kecepatan bandwidth
yang diperoleh dari provider internet yaitu 0 – 2 Mbps. Output sistem adalah maksimal (max limit) dari browsing, download, dan streaming. Pengujian data diperoleh dengan memasukkan nilai data kecepatan akses dari router yaitu mikrotik RB1100 setiap lima menit sekali selama 8 jam.
Hasil penelitian berupa pembatasan trafik browsing, download, dan streaming. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata max limit browsing adalah 851 kbps, download 592 kbps, dan streaming 643 kbps.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
ROFIQ, Muhammad. Perancangan Manajemen Bandwidth Inter Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 1-15, feb. 2013. ISSN 2580-8397. Available at: <https://jurnal.stmikasia.ac.id/index.php/jitika/article/view/63>. Date accessed: 15 nov. 2018.
Section
Articles